Beras hitam adalah tren baru di dunia barat. Sungguh ironis bahwa di Amerika
beras hitam terkenal dengan “Indonesian Black Rice” dan di Korea, beras hitam
menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan karena kaya akan vitamin,
mineral, dan antioksidan, tetapi di Indonesia sendiri beras ini justru masih
kurang populer.
Apa itu Beras Hitam?
Beras Hitam adalah varietas beras yang berwarna hitam keunguan. Warna beras
hitam sebenarnya lebih keunguan daripada hitam.
Kandungan di balik pigmen warna hitam keunguan itulah yang membuat tanaman
ini begitu istimewa :
Antioksidan Anthocyanin (bahasa Yunani :
anthos = “bunga” dan cyanos = “biru”). Menurut sebuah penelitian (yang dipimpin
oleh Dr. Zhimin Xu) yang dipresentasikan di pertemuan nasional ke 240 dari American
Chemical Society (ACS), “Sesendok penuh beras hitam mengandung lebih banyak
Antioksidan Anthocyanin daripada sesendok penuh Blueberry, dan yang lebih baik
lagi, beras hitam menawarkan lebih banyak serat dan antioksidan vitamin E
dengan lebih sedikit kandungan gula”.
Beras hitam a.l. dapat
mencegah Kanker, Diabetes, Penyakit Jantung,
penyakit Alzheimer (pikun).
Apa perbedaan antara Beras Hitam dengan
Beras Biasa/Putih ditinjau dari kandungan gizinya?
Kadar flavonoid dalam pigmen beras hitam 5 x lipat dibandingkan beras biasa.
Hasil analisis Laboratorium Pangan dan Gizi Pusat Antar Universitas (PAU) UGM
menunjukkan, kadar protein beras hitam 7,88 % (lebih tinggi ketimbang beras
putih yang 6,8 %). Karbohidratnya hanya 74,81% (sedikit lebih kecil
dibandingkan beras putih yang 78,9%).
Kandungan besinya 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas
IR64, Ciherang, Cisadane, Sintanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis yang berkisar
antara 2,9-4,4 ppm.
Mengapa Beras Hitam jarang diketahui?
Beras hitam adalah legenda. Beras hitam dahulu hanya boleh dimakan oleh
kalangan tertentu.
Hingga kini, keluarga sultan dan petinggi abdi dalem keraton Yogyakarta masih
mengonsumsi Beras Hitam sebagai makanan pokok sehari-hari, bukan beras putih.
Meski sudah mulai luntur, di daerah bekas kekuasaan kesultanan Cirebon yang
meliputi Cirebon, Kuningan dan Indramayu, masih ada pamali atau hal tabu bagi
rakyat biasa untuk menyimpan Beras Hitam, apalagi menanam dan mengonsumsinya.
Suku-suku yang terisolir seperti suku Sasak di Lombok dan suku Toraja masih
mengonsumsi Beras Hitam secara terbatas oleh petinggi adat pada ritual-ritual
tertentu. Bahkan di Cina, Beras Hitam hingga kini masih sering disebut sebagai
“Forbidden Rice” karena memang asalnya beras ini khusus konsumsi keluarga
kaisar.
Apa manfaat Beras Hitam bagi kesehatan?
Beras Hitam memiliki kemampuan dalam menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh
(imunitas), menyeimbangkan sistem metabolism, membuang racun (detoksifikasi).
Selain itu, Beras Hitam juga bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit
seperti kanker, leukemia, diabetes, kegemukan, kolesterol, maag, asma, ginjal,
hepatitis, anemia, alzheimer, masalah pencernaan, penuaan dini, alergi makanan,
masalah kewanitaan dan lain sebagainya.