Diabetes
dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat
keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes.
Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang
mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan
yang tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang
berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin
meningkatkan resiko untuk menderita diabetes.
Bagaimana memastikan menderita Diabetes atau tidak ?
Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
· Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
· Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
· Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
Bila
seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum,
banyak makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil
pemeriksaan sekali saja di atas sudah menentukan orang tersebut
menderita diabetes.
Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk memastikan diagnosa Diabetes.
Apakah yang dimaksud dengan Pre Diabetes itu ?
Pre
Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih tinggi daripada
normal tapi belum cukup tinggi untuk dimasukkan dalam kategori Diabetes.
Mereka
yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko tinggi untuk
menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari, kecuali mereka melakukan
pola hidup sehat dengan menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif
berolahraga.
Seseorang
dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula darah puasa berkisar
antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa
75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl
Apa saja komplikasi Diabetes yang dapat terjadi ?
Inilah
salah satu alasan yang penting mengapa pasien perlu mengontrol gula
darahnya. Karena dengan kontrol gula darah yang buruk, pasien akan
mengalami komplikasi jangka panjang, seperti stroke, penyakit jantung,
kebutaan, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah dan kerusakan
syaraf sehingga dapat menyebabkan amputasi pada anggota tubuh dan pada
pria dapat terjadi gangguan ereksi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar